Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengobatan Alami Bekam (al-hijamah)

Pengobatan Alami Bekam  (al-hijamah)



Bekam (Arab: al-hijamah) adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya. Pengertian ini mencakup dua mekanisme pokok dari bekam, yaitu proses pemvakuman kulit kemudian dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang telah divakum sebelumnya.

Al - Hijama (bekam ) adalah metode pengobatan di mana cangkir diletakkan di berbagai titik zona tubuh dan biasanya di bagian belakang, perut atau kaki sehingga menyebabkan kemacetan lokal melalui tekanan negatif yang diciptakan oleh pompa khusus. Tekanan negatif dapat juga diciptakan dengan menggunakan panas dalam bentuk bahan dinyalakan. Setelah itu, permukaan kulit disayat tipis dengan alat khusus dan darah dikeluarkan dengan cup tadi.

Dari Anas bin Malik r.a,(ditanya) mengenai Hijamah, beliau berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah ber-bekam/hijamah dan memerintahkan keluarga beliau dan Rasulullah bersabda:Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah dengan Hijamah. Hadis dari Ibnu Abi Umar juga menyebutkan demikian(Shahih Muslim 1577)

Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah Hijamah(Musnad Ahmad)

Khasiat/ Manfaat Bekam:

 Membuang sel-sel darah mati dari sistem kardiovaskular , memurnikan darah dan meningkatkan sel-sel darah merah dan putih .

 Membersihkan pembuluh darah , arteri dan kapiler .

 Membersihkan penyumbatan atau sirkulasi darah dari mengalami stagnasi .

 Meningkatkan sirkulasi darah halus : penurunan tingkat karbon dioksida dalam darah dan peningkatan kadar oksigen darah dan memungkinkan darah beredar lebih aktif .

 Peredaran darah lebih lancar. Sistem kekebalan tubuh diperkuat dan daya tahan terhadap penyakit meningkat.

 Meningkatkan aktivitas sel : darah yang telah dibersihkan beredar ke seluruh tubuh , sehingga sel-sel menjadi lebih aktif dan sekresi hormon meningkat . Hal ini menghambat proses penuaan di banyak bagian tubuh .

 Membuang racun lokal (di sekitar titik yang dibekam) .

 Merangsang sistem limfatik .

 Menyeimbangkan energi

Perlu dicatat bahwa Hijama membantu aliran energi dalam darah. Ini menghilangkan racun dan bahan limbah lainnya dari darah. Ini membantu waktu pemulihan dan openyembuhan dari penyakit jauh lebih cepat setelah Hijama. Hijama dikenal untuk mencegah banyak penyakit dan dapat dianggap sebagai salah satu langkah pencegahan terbaik terhadap banyak penyakit.

Hijama tidak memiliki efek samping selama dilakukan dengan benar. Mengingat bahwa sekitar 70 % penyakit atau gangguan yang disebabkan oleh kegagalan darah beredar dengan benar dalam tubuh. Selain itu, tubuh kita menjadi sakit atau organ tubuh kita gagal menjadi sehat ketika darah kita tetap beredar dengan kondisi yang sarat dengan racun dan kotoran lainnya. Kecuali limbah beracun dikeluarkan dari tubuh atau dari darah, tidak hanya kita menjadi lambat sembuh dari penyakit, tetapi juga menjadi korban yang mudah untuk teserang penyakit atau gangguan lainnya.

 Hijama adalah cara terbaik untuk menghilangkan limbah beracun dari aliran darah, dan hasilnya jelas akan menjadikan tubuh yang sehat dan berfungsi dengan benar. Kita tidak boleh lupa bahwa Sunnah ini sangat berguna dan dianjurkan Nabi SAW dalam membantu kita mengendalikan berbagai penyakit seperti infeksi, hipertensi, penyakit peredaran darah, nyeri, kemandulan, kanker, dan lain-lain.

Titik-titik Bekam (Hijamah)

Ada jumlah 9 poin dari tubuh di mana Nabi Muhammad SAW melakukan Hijama. Inilah poin sunnah Hijama .

Dalam Perang Khaibar dimana Nabi kami tercinta Muhammad SAW diracun, ia mengambil Hijama di 3 titik di Kahil, bahwa cangkir diterapkan di belakang jantung (di sebelah kiri Kahil), & yang ketiga adalah sedikit lebih rendah ke titik ini atau di sisi kanan Kahil tersebut, Sesungguhnya Allah tahu yang terbaik.

Abdul Razzaq meriwayatkan bahwa, Seorang wanita Yahudi dibawa ke Nabi Muhammad SAW dengan membawa sebuah hidangan panggang yang telah ia racuni, ketika beliau berada di khyber, Nabi kita tercinta Muhammad SAW bertanya, apa ini? Lalu wanita itu berkata, “hadiah”, dan berhati-hati untuk tidak mengatakan bahwa itu adalah dari amal sehingga ia tidak akan memakannya.

Nabi Muhammad SAW serta para Sahabat makan domba, lalu nabi kita Muhammad SAW berkata, "berhenti makan". Ia berkata kepada wanita tersebut, "Apakah Anda meracuni domba ini?”, katanya, "siapakah yang mengatakan itu kepada Anda ?”, Beliau menjawab, “tulang ini”, yang berarti kaki domba betina yang ia miliki di tangannya. Wanita itu berkata, "Ya". Beliau berkata, "Mengapa?”,

Wanita itu berkata, “saya pikir bahwa jika Anda pembohong, orang-orang akan dibebaskan dari Anda. Namun, jika Anda adalah seorang nabi yang benar, itu tidak akan merugikan Anda.” Nabi Muhammad SAW kemudian menggunakan Hijama (bekam) tiga kali pada Kahil (bagian atas punggungnya) dan memerintahkan agar para sahabatnya melakukan hal yang sama. Namun, beberapa dari mereka meninggal."

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, pada masa Ali radi Allahu anh bahwa malaikat Jibril menyarankan Nabi Muhammad SAW untuk Hijama di Akhda'ain (jugulars posterior) dan Kahil (punggung atas-antara bahu).

Dilansir Abu Kabsha Al Anmari radi Allahu anh bahwa Nabi Muhammad SAW mengambil Hijama pada Haamah & antara bahu (yang Kahil). Diriwayatkan oleh Abu Dawud & ibn Majah.

Dilansir Abdullah bin bujainah radi Allahu anh bahwa Nabi Muhammad SAW mengambil Hijama di tengah kepalanya (yafookh) dan dia berada di Ehraam sementara perjalanannya ke Makkah (Nama tempat di mana mereka berhenti disebutkan sebagai lahyi jamal )

"Digunakan Hijama (bekam basah) pada qamahduwah (di atas rongga tengkuk ), untuk menyembuhkan 72 macam penyakit." (HR Tabraani )

Abu Dawud meriwayatkan bahwa jabir razi Allahu anh mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW menggunakan Hijama (bekam basah) pada pinggulnya atas kelemahan yang dideritanya.

Dilansir Anas radi Allahu anh yang (saat berada di Ehraam), Nabi Muhammad SAW menggunakan Hijama di atas kakinya karena rasa sakit pada daerah tersebut. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.

"Jibril turun kepada Nabi Muhammad SAW dengan ( rekomendasi ) bekam di dua pembuluh darah di sisi leher dan pangkal leher ." (Sunnah Ibnu Majah 3611)

Nabi Muhammad SAW melakukan bekam di sejumlah titik, yang paling mahsyur dan paling rutin adalah pada akhda’ain dan tengkuk. Yang dimaksud akhda’ain adalah dua urat di samping leher. Berbekam pada akhda’ain bermanfaat untuk mengatasi sakit di bagian kepala dan wajah. Adapun tengkuk adalah bagian atas punggung. Konon, berbekam di tengkuk bermanfaat menyembuhkan sakit pada bahu dan tenggorokan.

Nabi Muhammad berbekam di kepalanya untuk penyakit dia menderita saat dia dalam keadaan ihram . Di tempat air yang disebut Lahl Jamal. Ibnu Abbas lebih lanjut mengatakan: Rasulullah SAW berbekam di kepalanya untuk sakit kepala unilateral ketika ia dalam keadaan ihram. (Sunnah Bukhori 5700-5701)

Diriwayatkan pula bahwa beliau pernah berbekam pada bagian kepala beliau yang mulia. Sebagaimana telah dikemukakan dalam hadits Ibnu Rofi,dari neneknya Salma, pelayan Rosulullah SAW kecuali beliau pasti bersabda, “Berbekamlah!”

Dari Salma, pelayan Rosulullah yang berkata, “Tidak ada seorang pun mengadukan sakit di kepalanya kepada Rosulullah SAW kecuali beliau berabda, ‘Berbekamlah!’ Dan tidak ada pula yang mengadukan sakit di kakinya, kecuali beliau bersabda, ‘Semirlah keduanya dengan inai” (Abu Dawud, kitabu ‘th-Thibb).

 

Posting Komentar untuk "Pengobatan Alami Bekam (al-hijamah)"

data-ad-format="auto">
data-ad-format="auto">

Berlangganan via Email