Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dari Mana Asal Usul Suku Dompu ?


Mengapa masalah Suku Bangsa menjadi penting dibahas ?

Karena suku bangsa adalah identitas suatu daerah.

Suku Dompu, belum banyak dibahas. Bahkan jarang disebut karna kesamaan budaya dan bahasa cenderung dianggap sesuku dengan Bima, Suku Mbojo.

Padahal sebagai suku bangsa, suku Dompu memiliki dan mendiami wilayah yang berbeda dengan suku Mbojo.

Itu perbedaan mendasarnya. Suku Dompu mendiami wilayah Dompu. suku Mbojo mendiami wilayah Bima. Beda kan ?  Kemiripan bahasa dan budaya tidak mesti berarti berasal  dari suku yang sama.   

Dicatat ya, mulai sekarang, Suku Dompu telah diakui keberadaannya sebagai salah satu bagian dari keberagaman suku-suku di Nusantara (wikipedia),karena memiliki garis keturunan yang berbeda dan mendiami wilayahnya sendiri, yaitu Dompu.

Pertanyaanya : Dari mana asal Suku Dompu  ?

Apakah berasal dari penduduk asli Dompu, pendatang, atau gabungan antara keduanya ?

Dari Sumber Cerita Rakyat (folklore), berupa dongeng purba atau dongeng masa lalu (Mpama) yang dikisahkan secara turun temurun. Bahwa pada  masa lalu, ada kisah, manusia purba yang digambarkan sebagai  Wa'i (Nenek) dan Ompu (Kakek) Ranggasasa (Raksasa) yang menjadi penghuni pertama wilayah (dana) Dompu.  Kehidupan mereka sebagaimana layaknya manusia purba masih berpindah-pindah (Ndalu).

Gua-gua yang ditemukan di beberapa tempat didaerah Dompu, diperkirakan menjadi tempat tinggal mereka, antara lain :

- Gua Doro Kapi di sebelah timur kampung Saka-Dorotangga, 

- Gua Sori Ria Loka di desa Daha, 

- Gua Karama Ria di Ria-Tonda, 

- Gua La Hasi di Kecamatan Sanggar, 

- Gua Mpuri-Bolo.

Indikasi lain yang lebih spesifik adalah ditemukannya benda-benda purbakala di beberapa wilayah yang merupakan peralatan keperluan hidup mereka sehari- hari, terbuat dari batu, antara lain :

- Temuan telapak kaki manusia purba di Doro Padomara dan  Cumpa.  Batu asahan di   Doro Padomara, Kempo.

- Wadu Nocu (Batu Lesung) di Kempo Doro Padamara dan di Doro Bata-Dompu

- Wadu Kajuji (Batu Congklak), ditemukan di Rapa Dena-desa Ranggo dan di Doro Puma   desa Hu u

- Wadu Ncona di puncak Polu, antara Teri dan  Puma-desa Hu u. Terdapat juga di desa   Daha, dikenal sebagai Roa Rumu, dan ada juga di desa Ranggo yang disebut Ncona juga.

- Kapak Batu ditemukan di Parasada (Manggekalo)-Kelurahan Bada

- Katoa Wadu, di puncak Doro Pajo-desa Lepadi 

- Meja Wadu, di Doro Tondi-desa Ranggo   

- Wadu Afi Toke, untuk membuat api

- Wadu Lopi, di pantai Riang Ria-Tonda (perahu yang sudah membatu). Terdapat juga di Doro Teka Sire (Soromandi) - Desa Bara

- Wadu Ganta, di pantai Sanggalari, Desa Jambu-Kecamatan Hu'u

- Wadu Wawi, di Soro Kempo dan Desa Adu 

- Wadu Poto Fare, di Desa Mbawi

- Wadu Kadera, di Ria-Tonda. Konon Wadu Kadera inidipakai untuk pelantikan Raja Pertama Dompu.

- Wadu Lili, di Doro Donggo Lili-desa Bara. Lili artinya gilingan Tebu

Situs ini diperkirakan bangunan upacara ritual karena dipakai sebagai tempat Toho ra Dore (Tempat Peletakan) Sesajian (Soji). Di sekelilingnya terdapat lingkaran dengan garis tengah 3 m, terbuat dari batu kali bundar. Warga sekitar desa Hu'u menyebutnya Wadu Mpende

Kedua indikasi tersebut, Cerita Rakyat dan penemuan benda-benda purbakala, menjadi pertanda adanya penduduk asli yang mendiami dana Dompu sejak jaman purba. Inilah yang menjadi penduduk asli dana Dompu. 

Kemudian kehidupan berkembang dari jaman hidup ndalu ke jaman mengenal bercocok tanam. Ini masa dimulainya kehidupan menetap yang ditandai dengan adanya pemukiman-pemukiman di atas lahan-lahan pertanian yang dikenal dengan sebutan Nggaro. Pada saat ini telah ada sistim kehidupan bermasyarakat yang ditandai dengan adanya pengelompokan-pengelompokan masyarakat berdasarkan wilayah pemukimannya. Kelompok masyarakat ini dipimpin oleh kepala-kepala yang di sebut Ncuhi, di mana nama-nama Ncuhi ini disesuaikan dengan nama wilayah kekuasaannya. Dalam kesehariannya, Ncuhi biasa juga dipanggil sebagai Ompu.

Sisa-sisa  Pemukiman lama sebagai indikasi kehidupan masa itu adalah :

- Negeri Bata, Doro Bata, Kampung Kandai I

- Negeri Tolo Fo'o, di sebelah Utara Raba Baka, desa Matua

- Negeri Parasada, di lahan pertania Manggekalo

- Negeri La Rade, di lahan pertanian Jero bagian Utara    di tempat ini juga ditemukan kuburan lama berbentuk bundar. di dalamnya di     temukan alat-alat rumah tangga dari logam : talam dan senjata

- Negeri Dungga. Terdapat kuburan keramat yang diberi nama Karama Dungga    -

- Negeri Dorongao

- Negeri Parampimpi

Dulu di tempat ini banyak ditemukan tumpukan pecahan periuk. Konon, saat manusia belum tau caranya menyendok nasi, mereka mengeluarkan nasi dari periuk tempat menanak nasi  dengan memecahkan periuknya,  sehingga masa itu dikenal dengan sebutan Bate Bi'a Roa (Bate : Banting, Bi'a : pecahkan, Roa : Periuk) 

Pemukiman-pemukiman semacam ini ditemukan juga di pesisir pantai bagian selatan Dompu, di sekitar pesisir Teluk Cempi. Kelompok masyarakat yang mendiami lokasi ini berasal dari pendatang.  Mulai dari Sang Kula yang bermukim di Tonda, dan Putra Tulang Bawang yang bermukim di Tonda, kemudian di Soro Bawa.

Suku pendatang ini berkembang dan menyebar ke arah Selatan, sehingga terdapat bekas-bekas pemukiman dan peninggalan-peninggalan juga , seperti :

1. Adanya Kuburan-kuburan lama dengan nisan yang berbentuk batu bundar

2. terdapat Negeri-Negeri yang sudah punah, yaitu :

    - Negeri Teri di desa Hu'u, dekat perbatasan dengan Kabupaten Bima

    - Negeri Puma di desa Hu'u, lokasi pemukiman dan kuburan lama

    - Negeri Hu'u asli, di Sebelah Timur desa Daha, dekat Telaga Sima dan Roa Rumu

    - Negeri Rodi di Daha

    - Negeri Rumu dan Soko di desa Adu

    - Negeri Temba di Ranggo

    - Negeri Soro Bawa, di Doro La Nggaja, di tepi pantai Teluk Cempi

Kelompok-kelompok masyarakat ini pun dikepalai oleh seorang Ncuhi, antara lain : Ncuhi Tonda Ncuhi, Soro Bawa, Ncuhi Hu'u (Ncuhi Iro Aro), Ncuhi Daha, Ncuhi Puma, Ncuhi Rumu (Ncuhi Tahira), dan Ncuhi Temba


Perkembangan pemukiman kemudian semakin meluas. Akhirnya kelompok suku pendatang beasimilasi dengan kelompok suku asli menjadi satu. Inilah yang menjadi  Suku Asli  Dompu.

Saat inilah bermulanya Kerajaan Dompu berdiri, di mana dengan kesepatakan seluruh Ncuhi, baik yang ada di Pedalaman maupun yang mendiami pesisir pantai untuk bersatu dan membentuk sebuah Kerajaan dan Sang Kula sebagai Raja dana Dompu yang Pertama.

Setelah Kerajaan Dompu terbentuk, mulailah dikenal oleh Kerajaan lain di Nusantara. Begitu dikenal, maka hubungan dengan luar semakin terbuka. Demikian pula pembauran semakin meluas dengan berdatangannya etnis-etnis  lain ke dana Dompu antara lain dari Melayu, Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Bugis. Jejak kebudayaan Melayu masih terlihat dari adanya panggilan Ince dalam tradisi masyarakat dan panggilan Tati dari kebudayaan Sumatra.

Di samping karena garis keturunan, keanekaragaman etnis ini ikut menentukan sistim pelapisan (kasta) dalam masyarakat Dompu, sebagai berikut :

 

Kasta asli suku Dompu terdiri dari :

Londo Ruma. kasta para bangsawa.

Panggilan untuk mereka : 

- Muma atau Uma untuk ayah

- Dade atau Uma Siwe untuk ibu

Londo Dari, kasta untuk orang kebanyakan.

Panggilan untuk mereka :

- Ama untuk ayah

- Ina untuk ibu

Kemudian setelah adanya pembauran dengan etnis pendatang, penggolongan dalam kasta pun menjadi berbeda, yaitu :

Londo Ruma 

Dibagi atas 2 bagian, yaitu :

1. Ruma atau Bangsawan Raja-Raja dengan semua keturunannya

2. Ruma atau Bangsawan Agama, yaitu suku pendatang dari para penyebar agama yang menikah dengan putri Raja dan keturunan mereka berhak menyandang gelar bangsawan (Bangsawan Agama)

Londo Rato

Terdiri atas :

1. Ince : dari keturunan Melayu.

Panggilan untuk mereka :

- Ince untuk ayah. atau Tati (Sumatra). Ada juga yang memanggil dengan Bapa'

- Ma' untuk ibu

2. Pua atau Dae. Dari keturunan Bugis Bone

Panggilan untuk mereka :

- Pua atau Dae untuk ayah

- Ma' untuk ibu

Mereka umumnya mendiami pesisir pantai Soro-Kempo

Londo Dari 

Mereka adalah rakyat kebanyakan (penduduk asli)

Panggilan untuk mereka :

- Ama untuk Ayah

- Ina untuk Ibu  

Londo Ada.

Golongan budak (Ada) yang dimiliki para bangsawan

Pada jaman penjajahan Belanda, perbedaan strata ini semakin diperjelas  dengan adanya aturan yang membatasi perkawinan campuran antara warga Asing (Cina, Arab) dengan penduduk asli. Hanya dari pihak perempuan asli Dompu yang diperbolehkan kawin dengan lelaki Cina atau Arab, sedangkan lelaki asli Dompu dilarang melakukan perkawinan dengan wanita keturunan asing. Hal ini disebabkan orang-orang Cina dan Arab saat itu dengan statusnya yang masih sebagai warga negara asing dianggap memiliki kedudukan setingkat lebih tinggi dari penduduk asli.

Kedatangan kedua bangsa ini ke dana Dompu dengan tujuan-tujuan :

- Orang Arab tujuan utamanya adalah untuk menyebarkan Agama Islam, sambil berdagang sebagai matapencahariaan. Mereka terbagi atas beberapa fam (marga),  antara lain : Bin syeikh abu bakar bin salim, Almusalli, Alkatiri, Al'Idrus, Alhabsy, Boftem, Bahrun, Mirdad (Mardad),   Barakwan, Bajuber, dan Syamlan

- Orang Cina, tujuan utamanya adalah berdagang karna dana Dompu adalah penghasil beras. Mereka membawa barang-barang keramik dari Tiongkok untuk ditukarkan dengan hasil bumi. Sehingga banyak ditemukan barang-barang Keramik asal Tiongkok, seperti piring, Cupu, gelas, sendok, mangkuk, Ceret, Guci. Mereka juga terbagi atas fam (marga), yaitu  Tan, Oei, Qiu, dan Lie.

Demikianlah uraian mengenai suku Dompu, yang dirangkaikan dari berbagai informasi seperti tutur lisan, temuan benda-benda purbakala dengan cara melakukan beberapa survey. Tidak bisa dipungkiri bahwa Suku Dompu berasal dari hasil akumulasi dari berbagai ragam etnis Melayu, Bugis, Arab dan Cina yang datang sejak lama  dan sudah berkembang menjadi beberapa generasi. Namun bukan berarti Dompu tidak memiliki penduduk asli.


sumber : http://dompunyasejarah.blogspot.com

Posting Komentar untuk "Dari Mana Asal Usul Suku Dompu ?"

data-ad-format="auto">
data-ad-format="auto">

Berlangganan via Email